GALA KRISNA

from zero to hero.

Jumat, 08 November 2013

VISCA BARCA

Milan Bisa Apa di Camp Nou?: Matchday 4 Preview
Kamis, 7 November 2013 - 0:02.
Dua pekan lalu, saat AC Milan menjamu FC Barcelona dalam matchday 3 Liga Champions 2013/14, kondisi Milan sudah cukup mengenaskan untuk menghelat sebuah laga besar pada kasta tertinggi sepakbola Eropa. Beragam cedera pemain dari bawah mistar gawang hingga target-man serta rentetan hasil mengecewakan di berbagai ajang yang diikuti menghiasi persiapan jagoan Italia tersebut. Hasilnya, meski unggul terlebih dahulu, namun Milan tidak mampu bersikap konsisten terhadap idealisme permainan pressing yang mereka coba terapkan terhadap Barca. Pertandingan pun berakhir seri, padahal dari sisi psikologis pertandingan, jadwal melawan Milan tersebut sebenarnya juga tidak menguntungkan Barca dikarenakan rekor kemenangannya baru saja dihentikan Osasuna di La Liga, serta konsentrasi yang terganggu dengan hadangan Real Madrid di akhir pekan.
Dua pekan sudah berlalu, keadaan Milan tidak jauh berubah, malah menunjukkan grafik yang cenderung menurun. Dengan kekalahannya melawan Fiorentina pada Serie A hari Sabtu, 2 November 2013, kemarin, resmilah sudah Milan mencatat rekor start terburuk mereka di Serie A dalam 31 tahun terakhir. Memang, agak susah dimasukkan ke akal bila pengganggu terdekat Madrid soal rekor pencapaian trofi Liga Champions tersebut hanya menghasilkan jumlah poin (12 poin) yang tak jauh berbeda dengan jumlah pertandingan (10 giornata) mereka di liga. Ujung-ujungnya, posisi mereka di klasemen sementara (posisi 11) pun sangat jauh dari status pemburu scudetto.
Mari kita simak apa yang dikatakan oleh pelatih Milan, Massimiliano Allegri setelah laga melawan La Viola kemarin. Ia sendiri sampai menempatkan kondisi timnya sekarang sebagai yang terburuk dalam 3.5 tahun karirnya menangani Milan. Kalau diingat kembali, di masa kepelatihannya yang 3.5 tahun itu pulalah tersaji duel paling sering antara Milan dengan Barca dalam sejarah Liga Champions. Apakah ucapan Allegri tersebut juga sebagai pertanda bahwa Milan juga sudah siap untuk kemungkinan terburuk saat melakoni matchday 4 yang akan digelar Rabu, 6 November 2013, malam hari waktu kota Barcelona ?
Menyambangi Stadion Camp Nou, alarm Milan harus tetap dinyalakan untuk posisi kiper. Kiper utama Christian Abbiati masih belum pulih dari cedera. Kiper pengganti berusia muda Gabriel Vasconcellos Ferreira belum mampu menunjukkan kemampuan apiknya di bawah mistar gawang. Malangnya, pilihan lain pada diri Marco Amelia juga tidak memberi harapan, padahal kiper satu ini sebenarnya cukup sarat pengalaman.
Maka, dengan tiadanya cedera tambahan selama dua pekan ini, hampir dapat dipastikan bahwa komposisi Milan nanti akan mengulangi apa yang diracik oleh Allegri sebelumnya. Bedanya, dengan status kali ini sebagai tamu, Milan akan cenderung lebih bertahan. Di San Siro, Allegri mengandalkan 4-3-3 bermodalkan kombinasi kecepatan Kaka menyisir sisi kanan pertahanan Barca dan kelincahan Robinho mencari celah diantara duet bek tengah Barca. Untuk mengimbangi Barca di Camp Nou, Allegri tampaknya akan menggeser dua sayap menjadi gelandang untuk membentuk lima gelandang petarung di lini tengah. Hal ini tentu saja berdasarkan pengalaman sulitnya mengharapkan sebuah pertarungan terbuka melawan Barca di Camp Nou akan berbuah banyak gol bagi tim tamu. Maka menutup serapat mungkin wilayah pertahanan sejak lini tengah menjadi opsi paling layak dipertimbangkan bagi Milan.
Melengkapi rencana pembentengan diri tersebut, Milan tampaknya akan lebih mempercayakan Mario Balotelli dibanding Robinho, sang pencetak gol tunggal Milan ke gawang Barca di laga sebelumnya. Walaupun bengal dan sering menyulut kontroversi saat bermain, jiwa petarung Super Mario lebih kental terasa dibanding Robinho. Kalaupun Allegri ingin memanfaatkan kualitas umpan Robinho serta kelincahannya mengolah bola, ia bisa menggeser Robinho ke sayap kanan menggantikan Valter Birsa. Namun resiko yang bisa terpapar dari skenario ini adalah fisik Robinho yang tidak sekokoh Birsa akan kurang efektif membantu Ignazio Abate mengawasi pergerakan Neymar Junior.
Barca tidak memiliki ganjalan berarti dalam persiapan skuadnya. Tidak ada lagi badai cedera dalam satu posisi tertentu untuk pertandingan menghadapi Milan tersebut. Yang mungkin akan sedikit memusingkan pelatih Gerardo “Tata” Martino adalah bagaimana mengoptimalkan permainan bintang utamanya, Lionel Messi. Memang ukuran paling sederhana yang bisa dipakai untuk menilai Messi adalah torehan gol dan assist yang berhenti setelah membobol gawang Amelia di San Siro. Namun memang faktanya dalam beberapa laga setelahnya, pergerakan Messi di lapangan tidak seberbahaya biasanya. Ia terlihat lebih sering kehilangan bola dan menjadi mudah dibaca gerakannya.
Di saat turunnya pencapaian La Pulga, Barca punya idola baru pada diri Alexis Sanchez. Tujuh gol dari sembilan laga La Liga yang sudah dimainkannya sangat kuat menjadi alasan betapa berbahanya serangan Barca saat bola sudah berada di kakinya. Selain mulai menonjolkan akurasi shooting yang sejatinya telah melekat sejak dari Udinese, bintang asal Cile ini juga menjadi topik bahasan soal positioning dan timing dalam proses terciptanya beberapa gol yang ia ciptakan. Hal ini memang wajar dikemukakan mengingat dalam skenario Barca sejak tahun terakhir Josep ‘Pep’ Guardiola melatih, Messi menjadi titik sentral dari trisula maut. Nah, dengan kedatangan Tata yang lebih gemar berotasi, instruksi tukar tempat antara Messi dan Sanchez berhasil dipahami Sanchez dengan baik. Hasilnya, beberapa gol yang ia bukukan berasal dari sprint pendek dengan lintasan melintang dari area alaminya di sayap kanan menuju daerah berbahaya di depan gawang lawan.
Dengan tiga orang penyerang berkualitas nomor satu, Barca tak perlu khawatir untuk mampu secara konsisten memborbardir gawang Milan. Kombinasi bola bawah bisa menjadi prioritas serangan Barca karena postur tinggi duet Cristian Zapata dan Philippe Mexes tidak sama efektifnya untuk alur bola yang demikian. Kombinasi manuver dan umpan Neymar, daya “tarik” Messi terhadap bek tengah Milan serta masuknya Sanchez ke kotak penalti lawan sangat layak ditunggu sebagai skenario serangan Barca.
Satu-satunya perubahan yang mungkin dilakukan oleh Tata dibandingkan laga sebelumnya bisa terjadi di lini belakang. Sambil menunggu kepastian kebugaran Adriano Correia, nama Martin Montoya menjadi pilihan terbaik untuk mengisi pos bek kiri.

Laga antara Barca dan Milan kali ini sejatinya bukan sajian terbaik dalam grafik puncak mereka. Dani Alves pun sampai berujar bahwa hanya sejarah kuat yang dimiliki Milan-lah yang menjadi faktor paling sulit diantisipasi daya letupnya dalam laga nanti. Sementara, posisi mereka di klasemen sementara Serie A telah berbanding terbalik dalam rentang yang sangat senjang dengan status Barca di La Liga. Seolah-olah membenarkan diri, bila soal ambisi Eropa, Milan selalu mengumandangkan di level tersebutlah terdapat DNA mereka. Maka, dengan hanya mampu memperoleh hasil seri di San Siro, bisa apa Milan di Camp Nou?

Matchday 4 Liga Champions 7 November 2013
FC Barcelona vs AC Milan
Venue: CampNou
Stasiun TV: Live SCTV
Perkiraan pemain:
FC Barcelona (4-3-3):
Valdes; Alves, Pique, Puyol (C), Montoya; Busquets, Xavi, Iniesta; Messi, Sanchez, Neymar
AC Milan (4-1-4-1):
Amelia; Abate, Zapata, Mexes, Constant; de Jong; Birsa, Montolivo (C), Muntari, Kaka; Balotelli
Visca Barca!

0 komentar:

Posting Komentar